Dewa Bumi dan Dewi Matahari

Pagi mulai tiba, saatnya dewi matahari naik ke singgasananya dan memeluk dewa bumi dalam kehangatan sinarnya. “Hey dewa bumi, bukalah matamu!” Seru dewi matahari dengan senyum terindahnya. Namun sang dewa bumi sepertinya masih enggan membuka kedua matanya yang indah tersebut. Lalu dewi matahari pun menunggu, hingga sang dewa bumi membuka kedua matanya dan bisa bermain bersama dewi matahari, sang pujaan hatinya.

Tak lama kemudian dewa bumi pun membuka kedua matanya, dan berseru, “Selamat pagi dewi matahariku, ciptaan-Nya yang terindah sepanjang masa!” Dewi matahari pun tidak bisa menahan kesenangannya mendapatkan sang kekasih telah bangun dan siap untuk menjalani hari – hari bersama.

“Aku merindukanmu,”  ucap dewi matahari seraya mendekap bumi dengan mesranya

“Aku lebih merindukanmu, aku rindu dekapanmu, aku rindu tawa riangmu,” kata dewa bumi dengan senyuman terindahnya

Kami tertawa riang bersama seharian, tak ada kegiatan yang lebih menyenangkan selain bersama – sama dewa bumi, pikir dewi matahari. Namun, segala kesenangan itu tidak abadi. Di kala malam menjelang, dewi matahari pun harus menghilang dari peraduan. Meninggalkan dewa bumi dalam kegelapan malam. Tangis perpisahan mereka sangat menyayat hati. Tidak ada yang tega memisahkan mereka berdua, kecuali waktu.

Dewa bumi bagaikan anak kecil yang kehilangan hidupnya. Kecil, meringkuk sendirian di kegelapan malam. Namun kebaikan hati dewi matahari tidak terkira, dikirimkannya dewi bulan sebagai penerang ketika malam tiba. Seraya memberikan sedikit cahayanya yang indah untuk disinarkannya kembali pada dewa bumi, agar dewa bumi tidak terlalu sedih ditinggalkan sang kekasih. Lalu dikirimkannya pula bintang – bintang di langit sebagai pelipur lara sang dewa bumi. Senyum pun agak mengembang di bibir dewa bumi, namun tak bisa disangkal, yang diinginkannya hanya dewi matahari, bukan yang lain.

 

Dewa bumi pun tertidur pulas ditemani sinaran cahaya dewi bulan dan gemerlap bintang – bintang. Menunggu kembalinya dewi matahari ke peraduannya dan bermain bersama seharian. Memang, tidak ada yang bisa mengalahkan cinta sejati antara dewa bumi dan dewi matahari. Hanya ada satu matahari yang bisa menyinari bumi dengan rasa cinta yang dalam, dan hanya satu bumi yang bisa memberikan kenyamanan dalam setiap detik kehidupan..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s