Secarik Perkamen

Sinar mentari sore menerpa wajahku. Hangat dan tentram kurasa. Angin semilir pun seakan mengajakku bermain di bawah kerajaan langit yang megah. Tapi aku duduk terdiam. Sendiri di tengah taman yang cantik. Duduk termenung. Menyaksikan parade semut yang sangat panjang di bawah kakiku. Sambil sesekali terayun di ayunan yang hampir reot ini.

Tubuhku disini, namun pikiranku melayang jauh di atas awan. Entah apa yang kupikirkan saat ini. Pikiranku bercabang. Malang melintang, kesana kemari. Sungguh, aku tak mengerti lagi apa yang kurasa. Memori – memori yang terpatri di benakku menjerit dan mengaduh. Seakan berlomba untuk mendapatkan tempat yang utama dalam otakku. Yang pada akhirnya, tak ada satupun yang memenangkan perlombaan itu. Karena itulah, aku duduk terdiam disini. Tak tahu apa yang harus kulakukan.

Terserah apa yang kalian katakan tentangku. Kalian boleh menganggap aku miring, stress, atau apapun. Aku tidak akan mendengar semua itu. Kupingku sudah pengang. Hatiku sudah kebal terhadap semua tudingan yang kalian arahkan padaku. Kalian tidak bisa lagi membuatku menangis.

Air mataku sudah mengering. Menguap bersamaan dengan hilangnya rasa dalam hatiku. Bersatu dengan awan – awan yang membumbung tinggi di atas.

Mataku perih. Memerah seperti ditaburi oleh garam. Ingin rasanya kuseka mataku, tapi aku tak bisa melakukan hal itu.

Lelah aku melihat tingkahku sendiri. Ingin rasanya kuteriaki kebodohanku ini. Ingin rasanya aku memukuli diriku. Tapi semua ini tak bisa kulakukan. Aku tak punya nyali yang kuat. Lucu sekali ya ..

Aku butuh tempat untuk mengaduh. Tapi, apakah ada yang ingin mendengar rengekan aku? Aku memang menyusahkan..

Maafkan aku, sudah menyusahkan selama ini. Maafkan aku, sudah membuatmu jengah terhadap kegalauan aku yang tidak penting. Maafkan aku.. atas segalanya…

Advertisements

4 thoughts on “Secarik Perkamen

    1. Ini aku posting ulang tulisanku di fb tahun 2011, jaman kuliah dahulu kala.. hwkwkwk
      kaget juga, ga inget malah udh nulis ini hahahahaha
      ga galau kok, orang lagi bahagia sama mystic messenger…
      nge spam jeh bahasanya >_<

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s